Skip to main content

Posts

Pesta, Peran Penting Tukang Masak dan Kebaikan yang Kita Peroleh

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefenisikan pesta adalah perjamuan makan minum, bersuka ria dan sebagainya.   Pada umumnya bulan Juni-Juli adalah bulan bagi orang Flores-Lembata untuk merayakan syukuran atau hajatan yang lebih keren lagi sebutanya bagi orang Flores-Lembata adalah pesta. Kalian akan menyaksikan kesibukan-kesibukan mulai dari hal yang paling sederhana yakni menyiapkan tempat khusus untuk memasak, bagi tukang masak, yang sebagiannya adalah emak-emak yang sekedar duduk bercerita lepas sambil tertawa menyaksikan api bekerja dan kuah daging yang hampir matang beserta aromanya yang khas, sambil sesekali di antara saling mengejek, kegembiraaan yang tak kalian dapat di tempat lain. Yah emak-emak memang selalu dengan caranya paling rahasia untuk sekedar menghilangkan stres. Kita kembali kepada persiapan tuan pesta, mereka menyiapkan minuman keras terbaik, sampai kepada emak-emak yang menyiapkan gaun baru dan pergi ke salon sekedar mewarnai kuku dan meluruskan rambu...

Android dan Kesepian yang Kita Ciptakan Sendiri

Apakah Anda sekalian pernah merasa diri sepi dan terasing? Merasa sepi di saat tidak dikabari oleh teman-teman, orang tersayang atau orangtua. Kesepian dan terasing saat orang lain berlomba-lomba berkumpul bersama, berdiskusi atau sekadar mengopi segelas berlima. Anda kemudian mengurung diri dalam kamar demi berbagai alasan yang diciptakan untuk menghindari kebersamaan. Ada berbagai macam hal yang membuat kita sekalian merasa sepi, terasing dan merasa seolah-olah tidak berguna di hadapan semesta yang maha luas ini. Saya menemukan salah satu contoh sederhana yang hendak saya katakan, di sini. Kesepian sesungguhnya secara sengaja atau tidak sengaja telah kita ciptakan  ketika berkumpul bersama sahabat, kenalan, keluarga, teman-teman kelas seangkatan. Di mana dalam perkumpulan tersebut masing-masing dari kita sibuk dengan gadgetnya. Senyum-senyum sendiri, balas chattingan. Huuuffffff… Menyedihkan, bukan? Merasa sepi saat sudah bersama. Anda pernah merasakan...

Kan Tidak Enak Kalau Mati KonyolBercerita Yuk!

Kan Tidak Enak Kalau Mati Konyol Bercerita Yuk! Setiap perjalanan atau pengalaman  mempunyai kisahnya atau ceritanya sendiri-sendiri, ada cerita bahagia yang membuat kita tertawa bersama, ada cerita sedih yang membuat kita muram sembari meneteskan air mata dan kehilangan semangat, tetapi mesti kuat dan berdiri lagi, ada cerita menarik lainnya yang membuat kita terharu dan terus membekas di lubuk hati.  Sebuah kisah akan ada dan terus hidup kalau diceritakan dengan baik dari waktu ke waktu. Entahlah kalimat ini diucapkan oleh siapa pada mulanya, terima kasih kepada siapa yang pertama kali mengungkapkan kalimat ini.  Pada kali ini saya akan menulis sedikit pengalaman. Suka atau tidak suka yah silahkan, yang terpenting saya berusaha menulis walaupun tidak sempurna, agar saya tidak hidup sia-sia begitu saja makan-tidur-bangun-berak-mandi-bersolek-belanja, makan dan tidur lagi. Yah sudahlah. Jangan jadi bijaksana di sini. Setiap orang mempunyai caranya masing-m...

Ibu-Ibu dan Harapan yang Dibawa Pergi Subuh di Hari

Ibu-Ibu dan Harapan yang Dibawa Pergi Subuh di Hari Setiap orang pasti mempunyai harapan untuk segala sesuatu yang ia inginkan. Bagi seorang mahasiswa dia akan berharap bahwa kuliahnya baik-baik, IPKnya memuaskan, dan akan selesai tepat waktu, bagi seorang guru dia berharap akan mencerdaskan anak didiknya, bagi seorang penyair dia berharap bisa membuat puisi yang baik, bukan sekedar baik tetapi puisi yang membuat pembacanya bergetar. Dan berlaku bagi siapa saja, bagi yang diberi cap dalam masyarakat atau teman-teman tidak baik dia akan berharap bahwa dia berbuat sesuatu untuk menjadi baik dihadapan orang lain. Dan lain-lainnya. Begitu pula harapan yang dibawa oleh Ibu-Ibu setengah baya yang pergi ke pasar membawa barang jualannya ke pasar. Ibu-ibu ini akan berharap bahwa barang jualan-nya bisa habis terjual, bisa membeli sarapan pagi di pasar, dan lebih dari itu adalah bisa pulang di sore hari dengan membawa uang hasil dari barang yang mereka jual. Foto: Mama Emi di de...

Lamalera dan Rindu yang Tak Kunjung Selesai

Sumber Foto: Dok. Pribadi Ubas Tapoona Rindu adalah sesuatu yang tak akan selesai diuraikan. Rindu akan terpenuhi apabila kita merasakannya sendiri. Judul di atas mengingatkan bahwa rindu itu tak akan selesai-selesai. Seperti apa rindu yang tidak selesai-selesai itu. Yah, bagaikan rusa merindukan air dalam lagu rohani katolik, bagaikan pungguk merindukan bulan dalam peribahasa, begitu pula saya merindukan Lamalera. Bagaimana tidak Lamalera adalah sebuah kampung letaknya di selatan Kota Lembata-Propinsi NTT, Kampung yang terkenal dan dikagumi dengan tradisi perburuan Ikan paus secara tradisional dengan menggunakan peledang dan tempuling, kampung yang terkenal dengan misa leva setiap awal bulan Mei di setiap tahun yang sudah terkenal di NTT-Indonesia bahkan di luar negeri. Saya adalah salah satu pengagum kampung Lamalera dan orang-orang Lamalera yang saya jumpai di mana saja, yang pada umumnya adalah penulis, wartawan dan dosen mereka orang-orang Lamalera yang saya kagumi. Keka...

Orang-Orang Lewoeleng Tercinta

Orang Lewoeleng dan Kebiasaan- yang Bikin Rindu http://www.weeklyline.net/seni-budaya/20170808/buthu-altar-mistik-orang-lewoeleng.html Malam ini pukul 1:00, tepat sekali, saya tak bisa memejamkan mata . Entahlah pikiran yang kacau dan kerinduan yang tak pernah pupus, tentang tanah kelahiran, kampung Lewoeleng tercinta. Lewoeleng, sebuah desa yang ada di pulau kecil Lembata namanya. Jalan berliku dipagari hutan kemiri di kiri dan kanan jalan, membuat Lewoeleng semakin sejuk. Berada di ketinggian seperti namanya Lewo kampung dan Eleng yang artinta langit apabila digabungkan maka artinya Kampung Langit atau Kampung di atas langit, membuat Lewoeleng semakin megah, tapi tidak angkuh. Suasana sejuk semakin menggambarkan suasana hati orang-orang asli kampung ini. Tapi tunggu dulu, ya tapi tunggu dulu, orang-orang Lewoeleng memiliki watak yang keras. Ada yang mengatakan jika baik maka melebihi kebaikan malaikat, tetapi jika jahat, maka amarahnya melebihi lusifer. Pepatah lep...

PUISI MILLA LOLONG

TANGIS PILU Langit menampakan awan hitam, rupanya mendung membawa luka sukma di dada Di luar lolongan anjing tetangga semakin menjadi-jadi Angin berhembus kencang bersama hujan deras. Deras; serupa dendam Kain pada Habel; musnahlah! Angin mengobrak-abrik atap bagunan tua. Jeritan anak-anak terdengar di mana-mana Ibu-ibu berteriak histeris di antara luapan air. Piluh nian. Bencana. Tak ada bahtera Nuh di sini. 2019 TOLERANSI Toleransi itu semisal: Di suatu waktu pukul enam sore Setelah lonceng gereja berdentang Dan doa angelus selesai didaraskan Terdengar pula di sana Bunyi bedug dipukul Kemudian... Seusai itu Burung gereja Meliuk-liuk menuju bunyi beduk Di masjidmu Mereka mencipta sarang baru Di tepi serambi masjid dan menetas di sana. "Kita Adalah Satu" 2018 *Milla Lolong. Tinggal di Suatu Tempat. *Puisi ini telah di Media Cetak Flores Pos Edisi Selasa, 26 Mare 2019

PUISI-PUISI MILLA LOLONG

Ke Rumahmu Setelah gemuruh itu pecah Ibu-ibu meratap memeluk perih Bapak-bapak tergelepar di tepi Anak-anak jadi yatim-piatu Setelah gemuruh itu pecah Camar-camar mengais Tubuh berlumur lumpur Setelah gemuruh itu pecah Segalanya berbondong ke rumahMU Ke rumahMU setelah segalanya selesai. Oktober 2018 SALAM Salam ya Maria Bundaku Di malam yang gigil ini Selimutilah dingin hatiku yang angkuh ini Salam ya Maria Bundaku Di Oktober yang kering ini Basahilah kerongkong hatiku Yang kerontang ini Salam ya Maria Bundaku Di rosario yang kuhitung ini Siramlah rahmatmu Tebuslah segala mohonku. Oktober 2018 Elegi Pulang * Lalu kita menatap Sisa-sisa sepi Yang sia-sia Dari tiap detaki waktu Sebab… Pulang adalah saat Yang tetap untuk Menetap dan menadah rahmat Pada rumah Tempat segala cinta direnda Tumbuh dan tercurah Tanpa kecurangan. September 2018 *puisi ini telah dimuat di harian Flores Pos

PUISI-PUISI MILLA LOLONG

HUJAN DAN INGATAN Ada beberapa hal yang melintas di dalam kepala ketika hujan. Ibu yang sedang menahan sakit Tersebab ulah-ulah kita Dan bapak yang sedang geram Memandang laku kita Ada beberapa hal yang terbayang Ketika hujan Semesta yang sedang mengintip dengan sayu Desahan dan strategi di ruang sepi Sampai entah. Terpujilah engkau hujan dan ingatan! September, 2018 MIMPI Baiklah aku menjadikan Rindu pada dada ingatan Dan pecah di jantung mimpimu “Pecalah mimpi di anak malam” Maka jadilah rindu Pada kenangan Yang beranak pinak. Oktober, 2018 ADALAH ENGKAU Kepada: Pemilik Puisi Adalah engkau syair yang takkan pernah berhenti ku daraskan Adalah engkau Rindu yang tiada Habis-habisnya Ku puisikan Adalah engkau sembahyang Yang ku rapalkan di sudut sujudku Kemari(lah)! Tumpahkan rindu (kita) Di lereng bukit (bukit) Yang ranum ini Sembari berbaring Di tepi ombak yang setia mengecup bibir pantai Demikian kita pun saling! Wade-Lembata, 13...

PUISI-PUISI MILLA LOLONG

HUJAN DAN INGATAN Ada beberapa hal yang melintas di dalam kepala ketika hujan. Ibu yang sedang menahan sakit Tersebab ulah-ulah kita Dan bapak yang sedang geram Memandang laku kita Ada beberapa hal yang terbayang Ketika hujan Semesta yang sedang mengintip dengan sayu Desahan dan strategi di ruang sepi Sampai entah. Terpujilah engkau hujan dan ingatan! September, 2018 ADALAH ENGKAU Kepada: Pemilik Puisi Adalah engkau syair yang takkan pernah berhenti ku daraskan Adalah engkau Rindu yang tiada Habis-habisnya Ku puisikan Adalah engkau sembahyang Yang ku rapalkan di sudut sujudku Kemari(lah)! Tumpahkan rindu (kita) Di lereng bukit (bukit) Yang ranum ini Sembari berbaring Di tepi ombak yang setia mengecup bibir pantai Demikian kita pun saling! Wade-Lembata, 13 Juli 2018 Milla Lolong. Perempuan Lembata, Lahir di kampung Lewoeleng.